Latest News
Kamis, 19 Januari 2012

Akbar & Wiranto Kritik Jabatan Ganda Politisi


Akbar Tandjung

"Yang terjadi adalah ada misi ganda. Jadinya menjalankan mandat parpol dan rakyat."

Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung mengimbau agar politisi tidak menduduki posisi strategis di pemerintah. Upaya ini untuk meminimalisir terjadinya konflik kepentingan.

Menurut Akbar, konflik kepentingan kini sangat dominan. Sejumlah masalah di segala level yang menggerogoti Indonesia tidak lepas dari konflik kepentingan ini.
"Tidak ada posisi penting di republik ini tanpa melalui partai politik. Mau menjadi walikota, bupati, gubernur, presiden, semua melalui partai politik," ujarnya dalam Silaturahmi Tokoh Bangsa Ke-3 'Problematika Bangsa dan Solusinya' di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis, 19 Januari 2012.

Akbar mengatakan, partai politik di Indonesia harus didorong supaya bisa menjalankan fungsinya secara efektif dan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang terpanggil untuk membangun bangsa, bukan semata-mata demi kekuasaan politik yang pada gilirannya justru memicu konflik kepentingan politik.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto. Secara spesifik, Wiranto menyoroti jabatan ganda Susilo Bambang Yudhoyono, yakni sebagai Presiden RI dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Jabatan ganda ini, menurutnya, rawan konflik kepentingan atas mandat yang diberikan rakyat dalam pemilu lalu.

"Saat ini banyak pejabat pemerintah nyambi dan ngurusi yang lain. Misalnya saja, Presiden menjadi ketua dewan pembina parpol," kata dia. Menurut Wiranto, seharusnya Presiden SBY lebih fokus dalam menjalankan misi untuk rakyat.

"Yang terjadi adalah ada misi ganda. Jadinya menjalankan mandat parpol dan rakyat," ungkapnya.

Wiranto juga menilai jabatan ganda politisi jadi tren saat ini.  Mandat ganda ini pada akhirnya yang membuat cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam konstitusi melenceng jauh dan hanya dinikmati olek individu serta kelompok tertentu.
"Akhirnya ini menjadi instrumen politik untuk sumber kekuasaan parpol. Di sinilah terjadi KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme)," pungkasnya.

Hadir dalam acara ini Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Jusuf Kalla, Sofyan Wanandi, Ketua DPD Irman Gusman, Fahmi Idris, dan sejumlah tokoh agama.
Sumber :  VIVAnews
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Akbar & Wiranto Kritik Jabatan Ganda Politisi Rating: 5 Reviewed By: Register Center